BP3KP Sumatera II Dampingi Rehabilitasi Sekolah Pascabencana di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera II bersama Kepala BP3KP Sumatera II, Ir. Wahyu Adi Satriawan, S.T., M.T., mendampingi Seruni Kabinet Merah Putih dalam kegiatan rehabilitasi sekolah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung percepatan pemulihan sarana pendidikan sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Rehabilitasi dilaksanakan pada tiga satuan pendidikan, yaitu SD Negeri 1 Sungai Liput, SD Negeri Sungai Liput, dan SD Negeri 1 Kuala Simpang. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan kembali lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak sehingga kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan lebih baik pascabencana.
Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran Dharma Wanita Persatuan Seruni yang merupakan pendamping para menteri Kabinet Merah Putih, yaitu pendamping Menteri Sekretaris Negara, pendamping Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, pendamping Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, pendamping Menteri Sosial, pendamping Menteri Kebudayaan, pendamping Menteri Koordinator Bidang Pangan, serta pendamping Gubernur Provinsi Aceh dan pendamping Bupati Aceh Tamiang. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pemulihan daerah terdampak bencana.
Selain pelaksanaan rehabilitasi sekolah, kegiatan juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda yang berorientasi pada pemulihan sosial masyarakat. Salah satunya adalah penyerahan santunan kepada ahli waris korban bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus memperkuat semangat masyarakat dalam menghadapi proses pemulihan.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan bantuan secara simbolis kepada Datok atau kepala desa terkait sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya penanganan pascabencana di tingkat desa. Selain itu, bantuan simbolis juga diserahkan kepada para siswa sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan dialog interaktif mengenai pelayanan psikologi dan layanan dukungan psikososial yang melibatkan tim psikolog bersama Save the Children. Sesi ini bertujuan memberikan ruang pendampingan bagi masyarakat, khususnya anak-anak, agar memperoleh dukungan psikososial selama proses pemulihan pascabencana. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus mendukung pemulihan kondisi psikologis masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, kegiatan juga diakhiri dengan penanaman bibit pohon. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus mendukung upaya rehabilitasi kawasan secara berkelanjutan.
Keterlibatan BP3KP Sumatera II bersama Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk mendukung berbagai program pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, pendidikan, dan lingkungan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi pendamping, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi yang terus dibangun, rehabilitasi sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang diharapkan mampu mendukung keberlangsungan pendidikan bagi para siswa serta menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak. Komitmen bersama tersebut menjadi langkah nyata dalam memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan secara menyeluruh sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali menjalankan aktivitas belajar dengan baik.