Menteri PKP Ajak Civitas Akademika UMSU Lahirkan Inovasi untuk Mendukung Program Perumahan Rakyat
Berita
Medan – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengajak civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk mengambil peran aktif dalam melahirkan gagasan dan inovasi yang mampu mendukung pembangunan sektor perumahan rakyat. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Program Perumahan Rakyat di Kampus UMSU, Medan, pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai kebijakan pemerintah di bidang pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.
Turut mendampingi Menteri PKP dalam kegiatan tersebut Kepala PPSDM Kementerian PKP Iryanto Sirait, S.T., M.Si., Kepala BP3KP Sumatera II Ir. Wahyu Adi Satriawan, S.T., M.T., serta Kepala Satuan Kerja BP3KP Sumatera II Muhammad Ridwan, S.T., M.T. Kehadiran jajaran Kementerian PKP tersebut menunjukkan komitmen dalam memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai mitra strategis pembangunan sektor perumahan.
Dalam pemaparannya, Menteri Maruarar Sirait membagikan pengalaman ketika mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Singapura beberapa bulan sebelumnya. Dari berbagai diskusi yang berlangsung, menurutnya, lahir gagasan mengenai pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai salah satu inovasi untuk memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan.
Menteri PKP menegaskan bahwa berbagai kebijakan besar sering kali berawal dari ruang-ruang diskusi yang terbuka dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Oleh karena itu, aparatur pemerintah maupun kalangan akademisi tidak hanya dituntut untuk menjalankan regulasi yang ada, tetapi juga perlu memiliki keberanian dalam melahirkan gagasan baru yang dapat berkembang menjadi kebijakan dan skema yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Maruarar mengajak perguruan tinggi, khususnya UMSU dan jaringan Muhammadiyah di seluruh Indonesia, untuk berkontribusi dalam menghasilkan berbagai solusi inovatif di bidang perumahan rakyat. Menurutnya, kampus memiliki sumber daya intelektual yang mampu melahirkan berbagai ide besar yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan pemerintah.
Selain menyoroti pentingnya inovasi, Menteri PKP juga menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan rumah tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan hunian, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi yang saling berkaitan, mulai dari industri bahan bangunan hingga penyerapan tenaga kerja.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan kuota rumah subsidi sebanyak 350.000 unit pada tahun 2025, yang merupakan jumlah terbesar sepanjang penyelenggaraan program rumah subsidi. Namun demikian, menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya terletak pada besarnya kuota yang tersedia, melainkan juga bagaimana memastikan penyaluran program tersebut berjalan secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kementerian PKP bersama BP3KP Sumatera II terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sektor perumahan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang mendorong percepatan penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.
BP3KP Sumatera II berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan program-program strategis Kementerian PKP melalui penguatan kemitraan dengan berbagai pihak. Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap perumahan sekaligus mendorong lahirnya kebijakan dan inovasi yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.