Senin, 28 Juli 2025 5 kali
Bagikan:

Wamen PKP Dorong Sinergi Industri dan Pekerja untuk Percepat Penyediaan Rumah Layak

Berita

Deli Serdang – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah, didampingi Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera II, melakukan kunjungan kerja ke salah satu pabrik produsen material pendukung pembangunan perumahan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (25/7/2025). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian upaya mendukung kesiapan pelaksanaan program penyediaan rumah layak huni melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi dengan pelaku industri yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sektor perumahan. Selain meninjau salah satu produsen material bangunan, Wakil Menteri PKP juga berdialog secara langsung dengan para pekerja guna menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Dalam dialog terbuka yang berlangsung bersama para pekerja di Pabrik Garuda Tile, Fahri Hamzah memaparkan gagasan mengenai pentingnya membangun ekosistem penyediaan perumahan yang mampu menghubungkan kepentingan pekerja dengan dunia industri. Menurutnya, penyediaan hunian yang dekat dengan lokasi kerja tidak hanya memberikan kemudahan bagi para pekerja, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas serta mendukung terciptanya kawasan hunian yang lebih terintegrasi.

Ia menjelaskan bahwa penyediaan rumah bagi pekerja memerlukan pendekatan yang melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, perusahaan, maupun organisasi pekerja. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan skema yang mempermudah akses masyarakat pekerja terhadap hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Kunjungan kerja ini juga menjadi bagian dari langkah strategis Kementerian PKP dalam memperkuat kerja sama dengan sektor industri guna mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Industri penyedia material bangunan dipandang memiliki kontribusi penting dalam mendukung kelancaran pembangunan perumahan melalui penyediaan produk yang berkualitas serta mendukung efisiensi proses konstruksi.

Pemanfaatan material bangunan produksi dalam negeri menjadi salah satu perhatian dalam upaya memperkuat industri nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan perumahan rakyat. Dengan dukungan industri yang mampu menyediakan material sesuai kebutuhan pembangunan, proses konstruksi diharapkan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi mutu bangunan yang dihasilkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri PKP menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan rumah masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa jumlah masyarakat yang membutuhkan rumah setiap tahun masih jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuan pembangunan rumah yang dapat diwujudkan saat ini.

"Kita menghadapi tantangan besar, dengan jumlah orang yang membutuhkan rumah di Indonesia setiap tahun mencapai sekitar 15 juta, sementara kemampuan kita membangun rumah hanya 300 ribu," ujar Fahri Hamzah.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut memerlukan berbagai terobosan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, inovasi dan kerja sama menjadi faktor penting dalam menciptakan solusi yang mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian.

"Oleh karena itu, diperlukan inovasi besar dan kerja sama antara perusahaan, pekerja, serta serikat pekerja untuk menciptakan kesepakatan yang memungkinkan akses perumahan yang lebih mudah bagi semua pihak," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyediaan perumahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai unsur, termasuk sektor industri dan para pekerja. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan dapat lahir berbagai skema yang mendukung percepatan pembangunan perumahan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga terus mendorong pemanfaatan produk dalam negeri sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan. Penggunaan material lokal diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi pembangunan sektor perumahan di Indonesia.

Kehadiran Kepala BP3KP Sumatera II dalam kegiatan ini turut memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dengan pelaku industri di daerah. Sebagai unit pelaksana teknis Kementerian PKP, BP3KP Sumatera II memiliki peran dalam mendukung implementasi berbagai kebijakan pembangunan perumahan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kunjungan kerja ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dalam penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, industri, pekerja, dan berbagai pihak terkait diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan Program 3 Juta Rumah, sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya para pekerja, memperoleh akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey