Surabaya – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memiliki atau meningkatkan kualitas rumah, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi keluarga. Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung penerima manfaat KUR Perumahan bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Surabaya (3/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara mengapresiasi kinerja BRI sebagai bank dengan penyaluran KUR Perumahan tertinggi di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pemerintah meningkatkan plafon KUR Perumahan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar.
Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana melalui pembangunan hunian tetap (Huntap) di wilayah Sumatera. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana. Perkembangan pelaksanaan program tersebut dipaparkan dalam penyampaian progres realisasi pembangunan hunian tetap pascabencana yang berlangsung di Wisma Mandiri Lantai 21, Jakarta, Jumat (31/7).
Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel melalui penyampaian perkembangan realisasi anggaran serta capaian pelaksanaan program Tahun Anggaran (TA) 2026 secara berkala kepada publik. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan berbagai program strategis nasional, termasuk Program 3 Juta Rumah dan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera.
Batang – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Bakalan RT 9 RW 4, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Salah satu penerima bantuan BSPS yang dikunjungi adalah Suwiyah (80), warga Desa Bakalan RT 9 RW 4, Kecamatan Kandeman. Rumah yang dihuni tiga orang tersebut belum pernah memperoleh bantuan perbaikan dari pemerintah. Berdasarkan hasil verifikasi, rumah Suwiyah belum memiliki pondasi, sloof, kolom, maupun ring balok. Dinding masih menggunakan GRC, lantai masih berupa tanah, serta pencahayaan dan penghawaan belum memenuhi standar rumah layak huni.