Deli Serdang - Mengawali kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Utara, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, dan Wakil Bupati Deli Serdang Lom lom suwondo SS meninjau perumahan bersubsidi SMK RESIDENCE 2, Jl. Sentosa, Lubuk Pakam Deli Serdang, Selasa (7/10/2025). "Saya ingin terus menumbuhkan semakin banyak pengembang-pengembang yang berkualitas di daerah, supaya membuka lapangan pekerjaan. Seperti di perumahan ini lokasinya strategis tidak jauh dari bandara hanya sekitar 15 menit," kata Menteri Ara.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, bertemu dengan Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, beserta jajaran di Muamalat Tower, Jakarta, Kamis (2/10). Pertemuan ini menjadi ajang berbagi pengalaman, khususnya terkait pengelolaan antrean haji yang dapat menjadi masukan dalam menata sistem antrean rumah subsidi. Dalam pertemuan ini, Wamen PKP menyampaikan bahwa pengelolaan kuota perumahan, khususnya rumah subsidi, masih menghadapi tantangan besar. Kondisi pasar perumahan kerap terdisrupsi antara segmen sosial dan segmen komersial, sehingga diperlukan penataan yang lebih baik dalam pengelolaan kuota rumah subsidi.
Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meminta Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan rakyat, khususnya melalui sosialisasi masif Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di berbagai kota besar. Menteri Maruarar menilai BRI memiliki jaringan terluas dan pengalaman panjang dalam menjangkau rakyat kecil sehingga dapat menjadi motor utama penyaluran pembiayaan perumahan.
Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Senin (30/9). Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis terkait penataan permukiman sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Dalam paparannya, Wamen PKP menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan berbagai skema inovatif, mulai dari program renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penataan kawasan pesisir dan kumuh, hingga pengembangan hunian vertikal berbasis konsolidasi tanah. Seluruh skema ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) berupa penciptaan lapangan kerja sekaligus peningkatan kualitas hidup masyarakat.