Bagikan: Boyolali, 12 Agustus 2026 — Program Bedah Rumah di Kabupaten Boyolali kembali menorehkan kisah inspiratif melalui kunjungan lapangan dan verifikasi ulang yang dilakukan di Kecamatan Andong dan Desa Bade. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt. Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah, menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Dalam verifikasi, sejumlah rumah warga menjadi sorotan. Rumah Ibu Sufiah yang masih berlantai tanah dan berdinding papan bercelah, serta rumah Ibu Suparmi yang ditempati seorang diri dengan ventilasi minim, menjadi bukti nyata kebutuhan peningkatan kualitas hunian. Begitu pula rumah Bapak Kasdi, seorang tukang traktor, yang masih memerlukan perbaikan struktur atap. Semua kasus ini ditangani dengan prinsip pemanfaatan material eksisting agar tetap efisien dan berkelanjutan.Di sisi lain, kisah keberhasilan juga hadir. Rumah Bapak Kamsin di Desa Bade telah rampung 100% dengan kontribusi swadaya mencapai Rp25 juta, sebagian besar dari hasil penjualan ternak. Sementara itu, rumah Ibu Rutiyem yang semula tidak layak huni kini berdiri kokoh setelah dibongkar total, berkat swadaya Rp4 juta yang ia kumpulkan. Kedua contoh ini menjadi teladan bagaimana semangat gotong royong dan dukungan pemerintah mampu melahirkan hunian yang lebih permanen dan layak.Program Bedah Rumah di Boyolali bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan harapan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, rumah-rumah sederhana kini bertransformasi menjadi hunian yang lebih manusiawi, menghadirkan kenyamanan dan martabat bagi penghuninya.