PERCEPATAN PROGRAM BEDAH RUMAH BSPS TERUS MENJADI FOKUS KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
Percepatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terus menjadi fokus Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Bertempat di Balai P3KP Jawa IV, Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan menggelar Rapat Konsolidasi Percepatan Serapan BSPS Wilayah Jawa Timur bersama seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi Permen PKP Nomor 6 Tahun 2026.
Surabaya — Kementerian PKP bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri PKP Nomor 6 Tahun 2026 tentang Bedah Rumah sebagai nama baru dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Surabaya – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memutuskan menambah kuota Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Surabaya menjadi 2.000 unit pada tahun 2026. Penambahan kuota tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak.
Surabaya – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memiliki atau meningkatkan kualitas rumah, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi keluarga. Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung penerima manfaat KUR Perumahan bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Surabaya (3/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara mengapresiasi kinerja BRI sebagai bank dengan penyaluran KUR Perumahan tertinggi di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pemerintah meningkatkan plafon KUR Perumahan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar.