Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menegaskan bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan instrumen strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah Papua, Kamis (5/2/2026). Menteri PKP menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah menargetkan pelaksanaan program BSPS sebanyak 400.000 unit rumah di seluruh Indonesia, sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi penderita tuberkulosis (TBC), Kamis (5/2/2026). “Tahun lalu, BSPS dialokasikan sebanyak 45 ribu unit. Tahun ini, alokasinya meningkat signifikan menjadi 400 ribu unit. Pelaksanaannya harus tepat sasaran, transparan, dan dijalankan secara bersih,” ujar Menteri Ara dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus di Jakarta.
Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menghadirkan dialog informatif melalui Podcast Suara Hunian bertema “Gaji Gak Tetap = Ditolak KPR? BP Tapera Bocorkan Jalur Khusus! ” yang tayang Sabtu malam (31/1/2026) di kanal YouTube Kementerian PKP. Episode ini menghadirkan Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, bersama host Salamuddin Daeng selaku Staf Khusus Bidang Kajian, Penelitian, dan Media Kementerian PKP.
Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menghadiri acara Nusantara Economic Outlook 2026 yang mengangkat tema “Enhancing National Resilience, Sustainable Growth”, sebagai forum strategis membahas arah kebijakan dan tantangan pembangunan nasional ke depan, Rabu (4/2/2026). Dalam forum tersebut, Menteri PKP menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penyediaan hunian layak dan terjangkau dinilai menjadi fondasi utama bagi stabilitas sosial dan peningkatan produktivitas masyarakat.